Kristen Kenapa Harus ke Gereja?
Cari Berita

Advertisement

Kristen Kenapa Harus ke Gereja?

baitsuci
Thursday, August 1, 2019


Apakah penting untuk seorang Kristen datang ke gereja?

Jawaban singkatnya adalah, YA! Dan saya akan memberikan tiga poin mengapa kita harus datang ke gereja sebagai pengikut Kristus.Sering sekali saya mendengar atau mungkin sebagian dari antara saudara pernah mendengar atau membaca kalimat begini "BUKAN GEREJA YANG MENYELAMATKAN KITA!' Pernah dengar saudara ku/ jika YA,apa yg timbul dihati saudara saat mendengar hal demikian?Kita mengenal Gereja sebagai gedung tempat orang-orang percaya berkumpul untuk mendengar Firman Allah dan memuji dan memberi persembahan.melalui gereja kita banyak mengetahui banyak hal tentang bagaimana seharusnya seorang kristen.Ada kasih disana,ada saling membantu,saling medoakan dan saling berbagi.jadi,sekarang pertanyaanya apakah Gereja tidak memiliki efec atau dampak bagi saudara untuk menuju Yerusalem baru/surga?.
Banyak kalimat bertebaran diluaran tentang IBADAH.Sering orang lain berkata tidak ada waktu untuk ke Gereja.bahkan banyak yang membandingkan ibadah seseorang dengan dirinya sendiri. bahkan Ketika kita mendengar kata gereja, kita seringkali membayangkan sebuah gedung yang orang-orang Kristen datangi setiap hari Minggu. Tetapi jika kita melihat Alkitab, gereja sesungguhnya bukanlah tentang sebuah gedung yang kita lihat/tahu, melainkan sebuah perkumpulan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Gedung gereja yang saat ini kosong bukanlah sebuah gereja; gedung gereja tersebut menjadi gereja ketika orang-orang yang percaya Tuhan Yesus datang berkumpul bersama untuk mendengar Firman Tuhan dan memuji Tuhan. Jadi pertanyaan yang ingin kita bahas hari ini adalah:

Kita diciptakan/di utus untuk melayani Tuhan dan melayani sesama mengerjakan tugas yang Tuhan berikan kepada kita, bukan untuk diri kita sendiri

Saya sangat sering mendengar orang-orang berhenti datang ke gereja dengan alasan seperti ini:
-Kehidupan yg suka gereja sama saja dengan yg tidak gereja
-Tidak ada kawan berangkat ke gereja
-Saya tidak suka dengan sebagian jemaatnya
-Saya tidak suka dengan musiknya
-Gerejanya terlalu lama
-Khotbahnya lama
-Gerejanya terlalu pagi
-Baju saya tidak ada
-Persembahan saya tidak ada
-Saya banyak urusan
-Saya punya acara organisasi lain

-dll…

Ini adalah suatu kekeliruan besar yang seringkali terjadi di tengah-tengah orang-orang kristen, dimana kita datang dengan sebuah harapan gereja menyajikan sesuai dengan apa yang kita inginkan (bukankah itu keinginan kita? kita mau memuji Tuhan,melayani Tuhan atau hanya untuk menyenangkan hati kita?). Kita datang ke gereja dengan pemikiran untuk dilayani—apakah gereja ini memberikan pelayanan yang saya harapkan,apakah pemain musiknya handal, apakah musiknya cocok dengan selera saya,apakah gerejanya ada ac, apakah dekornya bagus, dan lain-lain.semua ini akan membuat kita akan tetap pada hati yang keras,bukan hati yang tunduk atau menuruti kehendak Tuhan terhadap hidup kita

Seharusnya, kita datang ke gereja dengan pemikiran untuk melayani Tuhan dan sesama kita agar menjadi berkat atau saling memberkati. Bukankah jauh lebih indah jika kita datang ke gereja dengan pemikiran untuk memuji memuliakan Tuhan dan juga untuk melayani orang-orang percaya lainnya?



Yang seharusnya kita pikirkan bukanlah tentang “apakah kita senang dengan gereja hari ini,” melainkan “apakah Tuhan senang dengan gereja hari ini.”

Orang-orang di gereja adalah saudara-saudara kita di dalam Kristus. Kita tidak bisa mengatakan bahwa kita telah masuk ke dalam keluargaNya, tetapi kita tidak mau menghabiskan waktu bersama saudara-saudara kita di dalam rumahNya. Marilah kita ubah mindset kita; ubahlah pemikiran “apa yang aku bisa dapatkan dari gereja?” menjadi pemikiran “apa yang dapat aku berikan kepada jemaat-jemaat lain di gereja?”

Bahwa digereja kita akan menemukan banyak hal yang sangat jauh berbeda dengan diluar yang akan memperbaiki pola pikir kita.yang mungkin dulunya sangat keras kepala,sedikit-demi sedikit tanpa kita sadari kita akan menerima jamahan Tuhan yang luar biasa mengubah hidup kita,pola pikir kit.

“Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu” (1 Samuel 12:24).

Kita semua butuh komunitas yang baik

Banyak komunitas yang kita temui bahkan yang saudara ikuti.

Komunitas yang berisikan orang-orang yang sungguh mengenal Tuhan tentunya akan sangat berbeda dengan komunitas yang berisikan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan yang sering kita ikuti didalam beberapa komunitas/organisasi, contohnya:

Dalam hal mengasihi/memberi simpati/empati:

Komunitas yang kita ikuti/bergabung didalamnya dominan sibuk untuk memikirkan program-program yg menyenangkan hati/hura-hura untuk bagaimana agar komunitas itu bertahan dan tetap rame.dan hanya sampai disana,tidak akan banyak membahas tentang salah satu anggota yang mungkin tidak kelihatan dua minggu di acara komunitas.mungkin hanya bertanya kenapa tidak bisa hadir.atau hanya mengunjungi kita kerumah dengan sedemikian adanya.

Tentu sangat jauh berbeda dengan anak-anak Tuhan yang kita kenal di Gereja.yang dimana Tuhan kita mengajar agar kita saling mengasihi.ketika salah seorang dari jemaat baik itu yang mungkin pertama sekali bergabung di tengah Gereja atau yang tetap setia tidak hadir beberapa kali di gereja maka anak-anak Tuhan akan bertanya dan akan mengunjungi kita.mereka akan membawa buah tangan,candaan dan sukacita di tengah kediaman kita.ada banyak perbedaanya bukan?


Dalam Hal pacaran:


Grup gereja cenderung membicarakan tentang mengejar hubungan yang setia/erat dan bertujuan untuk memuliakan Tuhan. Sedangkan grup yang tidak gereja cenderung membicarakan tentang hubungan yang berjalan menuju hawa nafsu.


Dalam Hal menghadapi orang yang bersalah:


Grup gereja cenderung membicarakan tentang bagaimana kita harus memaafkan orang yang bersalah kepada kita meskipun sulit. Sedangkan grup yang tidak gereja cenderung membicarakan tentang sudah sepatutnya kita membenci orang yang rasanya tidak layak mendapat pengampunan dari kita.


Jika kita mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang salah dalam hidup kita, dan kita tidak pernah mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang juga cinta Tuhan, akan sulit bagi kita untuk tetap memegang pemikiran yang sehat dan benar. Gereja adalah sebuah komunitas yang dapat menguatkan iman kita kepada Kristus. Komunitas gereja dapat memberikan kita saran-saran yang didasari oleh pemikiran Kristus dan bukan saran-saran yang didasari oleh pemikiran dunia. Komunitas gereja dapat menjadi pengingat kita akan apa yang benar dan penguat kita disaat kita lemah.


“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” (Ibrani 10:24-25).


Semuanya adalah masalah PRIORITAS

Melalui apa yang sering saya saksikan, ketika tiba hari minggu, banyak yang memutuskan dari antara kita untuk tidak pergi ke gereja. Mengapa? Jawabannya, karena banyak yang merasa ke gereja akan mengurangi waktu mereka untuk belajar.


Sejak kapan kesempatan memuji Tuhan pencipta alam semesta sekali seminggu menjadi sebuah kegiatan yang kalah pentingnya dengan belajar matematika/belajar bisnis/belajar gitar dengan band dunia?


Saya ingin mengingatkan bahwa seharusnya, ke gereja bukanlah sesuatu yang kita lakukan ketika kita sempat, melainkan sebuah prioritas utama kita di hari Minggu. Lebih dari itu, sesungguhnya gereja seharusnya bukanlah sebuah keharusan bagi pengikut Kristus, melainkan sebuah kerinduan.


Saya sungguh-sungguh jatuh cinta kepada Yesus sejak saya SMP 10 tahun yang lalu ,dimana saya menerima suatu keajaiban Tuhan dalam hidup saya yang tidak tahu berdoa skalipun saya tidak tahu dan sejak itu saya bersemangat untuk datang ke gereja. Ketika teman-teman saya susah untuk bangun dan selalu telat, saya memutuskan untuk selalu tepat waktu dan tidak mengulur-ngulur waktu dengan hal lain  di pagi hari karena saya tidak ingin telat. Saya suka memuji namaNya, saya suka mendengar firmanNya, dan saya suka melihat orang-orang yang juga bersemangat untuk Tuhan. Saya tidak ingin kehilangan kesempatan saya untuk datang ke gereja pada hari Minggu. Ke gereja tidak menjadi sebuah kewajiban untuk saya, ke gereja menjadi sebuah kegembiraan/keberuntungan bagi saya.


Saya mengatakan ini bukan untuk menghakimi siapa pun yang tidak suka ke gereja, saya mengatakan ini untuk mengingatkan setiap dari kita: “Apakah kamu sungguh-sungguh mencintaiNya dan keluargaNya? Apakah memuliakan namaNya adalah prioritas nomor satu di dalam hidupmu? Apakah kamu rindu untuk berkumpul memuji Tuhan bersama orang-orang yang juga mencintai Kristus?


“Karena itu saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang sejati” (Roma 12:1)".