Bagaimana Tuhan Menangani Emosi manusia ciptaan-Nya - Renungan harian -->
Cari Berita

Advertisement

Bagaimana Tuhan Menangani Emosi manusia ciptaan-Nya - Renungan harian

baitsuci
Wednesday, December 11, 2019

Bagaimana Tuhan Menangani Emosi manusia ciptaan-Nya - Renungan harian

Baitsuci.com -Bagaimana Tuhan Menangani Emosi.

  • Pernahkah saudara emosi?
  • Apakah saudara tipe orang yang suka emosi?
  • Berapa kali saudara emosi menurut saudara setiap harinya?
  • Berapa persen kira-kira tingkat kesabaran saudara?


Jadi, siapa yang terbaik untuk diperhatikan dalam menangani emosi kita? Tidak lain adalah Allah sendiri, yang diwujudkan dalam Yesus, dapat membantu kita mengelola emosi kita. Bagaimanapun juga Dia adalah Allah yang dengan rela memberikan putra-Nya sebagai korban  agar kita dapat dipersatukan kembali dengan-Nya tanpa dosa dalam hidup kita. Dia juga orang yang membuat kita menurut gambar-Nya,  yang berarti emosi yang Tuhan rasakan ditanamkan dalam diri kita sejak sebelum kita menjadi binar di mata orang tua kita.




Lebih dari segalanya, Tuhan adalah Tuhan cinta dan menanamkan ini dalam diri kita semua dengan mencintai kita sebaik mungkin dan terburuk kita.  Dia adalah Allah yang penuh penghakiman tetapi juga Allah yang mengampuni, yang menebus, dan yang hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anak-Nya. Salah satu contoh kuat dari hal ini adalah kasih yang ditunjukkan Allah kepada Nuh, ketika Dia mengubah niatnya untuk membunuh semua umat manusia karena Nuh berkenan kepada Allah  dalam betapa berbedanya dia dengan orang-orang yang tidak sopan di sekitarnya...


Jadi, bagaimana Allah menangani emosi adalah cara kita harus menangani emosi kita: TUHAN adalah penyayang dan pengasih,panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
( Mazmur 103: 8 ). 

Efesus 4:2 "Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu"

Mengikuti tindakan sederhana ini dengan emosi kita mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi memang benar bahwa jika kita lambat untuk marah tentang hal-hal, jika kita dipenuhi dengan pengampunan dan cinta, dan jika kita ramah dan sabar dengan orang lain, emosi kita akan menjadi lebih positif daripada yang pernah kita pikirkan.