Bagaimana Kita Menerima Keselamatan? - Keselamatan sebagai kepunyaan Kristus -->
Cari Berita

Advertisement

Bagaimana Kita Menerima Keselamatan? - Keselamatan sebagai kepunyaan Kristus

baitsuci
Tuesday, March 17, 2020

Bagaimana Kita Menerima Keselamatan? - Keselamatan sebagai kepunyaan Kristus

Baitsuci.com -Bagaimana Kita Menerima Keselamatan?


Keselamatan dalam Kekristenan, σωτηρία, adalah penyelamatan jiwa dari dosa dan kematian.Keselamatan dapat juga disebut "pembebasan" ataupun "keamanan" dari kodrat berdosa, dan merupakan janji akan kehidupan kekal melalui roh. Keselamatan adalah kebebasan dari hasrat duniawi dan godaan yang mengarahkan manusia keluar dari penerangan dan persekutan penuh dengan Allah.

Baca Juga : "Ayat Ayat Alkitab tentang Kemurtadan"

Ragam pandangan mengenai keselamatan merupakan salah satu garis patahan utama yang membagi-bagi berbagai denominasi Kristen, menjadi satu titik ketidaksepakatan di antara kalangan Ortodoks Timur, Katolik Roma, dan Protestan, serta di dalam kalangan Protestan sendiri, terutama dalam perdebatan Calvinis–Arminian. Garis pemisah ini mencakup definisi-definisi yang saling bertentangan mengenai kerusakan moral, predestinasi, pendamaian, dan—yang paling tegas—pembenaran atau justifikasi.

Keselamatan adalah suatu keadaan aman, dalam suatu kondisi yang aman secara fisik, sosial, spiritual, finansial, politis, emosional, pekerjaan, psikologis, ataupun pendidikan dan terhindar dari ancaman terhadap faktor-faktor tersebut. Untuk mencapai hal ini, dapat dilakukan perlindungan terhadap suatu kejadian yang memungkinkan terjadinya kerugian ekonomi atau kesehatan.

Ketika saudara mungkin membeli cincin pertunangan untuk istri anda,atau bagi anda yang masih lajang memberi hadiah untuk wanita yang anda kenal, itu tidak membuat anda yang memberi cincin bertunangan,dan membuat anda yang memberi hadiah akan saling mengingat dan mengasihi. Sanda masih harus mengajukan pertanyaan dan dia masih harus menerima hadiah anda. Dengan cara yang sama Kristus telah melakukan apa yang perlu bagi kita untuk diselamatkan, tetapi karunia itu tidak dipisahkan dari iman. Inilah yang diajarkan Alkitab dalam Efesus 2 . Kita mati dalam pelanggaran dan dosa kita, dan Tuhan membuat kita hidup. Ketika mata kita terbuka pada keindahan Injil dan pencapaian Kristus, satu-satunya tanggapan yang tepat adalah menanggapi dengan pertobatan dan kepercayaan....

Pertobatan dan kepercayaan sesungguhnya adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Pertobatan berarti bahwa kita mengubah pikiran kita tentang Allah dan tentang diri kita sendiri. Kita meletakkan upaya bodoh kita sendiri untuk menyelamatkan diri kita sendiri. Kami berpaling dari swasembada. Pada saat yang sama kita berbalik kepada Kristus. Kami percaya bahwa hanya Dialah yang dapat menyelamatkan kita. Kami mempercayakan diri kami kepadanya.

Baca Juga : " Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-NYA,maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu"

Dalam Perjanjian Baru tema keselamatan merupakan salah satu yang menonjol terutama dalam tulisan-tulisan Paulus. Yesus dalam pengajarannya mengecam bahwa seseorang bisa membenarkan dirinya sendiri. Misalnya saja dalam Lukas 18:9-14 mengenai orang farisi dan pemungut cukai dan Lukas 16:15 mengenai orang farisi yang merasa diri benar akibat perbuatannya.Yesus sangat menginginkan agar manusia dapat mencari kebenaran namun tidak dengan usaha sendiri.Pembenaran itu dicapai melalui pertobatan di dalam kerendahan hati. Paulus pun sangat menentang pemahaman bahwa seseorang diselamatkan karena perbuatannya.Paulus menolak pemahaman bahwa seseorang bisa diselamatkan melalui Hukum Taurat dan tradisi-tradisinya (sunat, kurban, dan sebagainya.Dalam bahasa Ibrani kata kebenaran adalah sedaqa, dapat pula berarti kelepasan.Terjemahan kebenaran dalam konsep Ibrani ke dalam PB yaitu dikaiosune. Dari sisi manusia dikaiousune ialah tindakan manusia yang sesuai dengan kehendak Allah sedangkan dari sisi Allah ialah tindakan Allah yang membenarkan manusia. Menurut Paulus kebenaran Allah merupakan cara Allah untuk menilai manusia. Kebenaran itu seharusnya merupakan "status pribadi". Bangsa-bangsa non Yahudi memperoleh kebenaran walaupun mereka tidak mengejarnya sedangkan bangsa Israel tidak. Hal ini terjadi karena bangsa Israel mengejar kebenaran itu melalui perbuatan bukan melalui iman.

Inilah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa itu adalah karena kasih karunia melalui iman

( Efesus 2: 8)..."Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,"

Iman adalah sesuatu yang menghubungkan kita dengan Kristus. Itulah yang menjangkau dan meraih karya Kristus. Dan, seperti yang sudah sering dikatakan, iman yang lemah mampu merebut Kristus yang kuat. Aspek terpenting dari pertobatan dan iman kita bukanlah kebenarannya sendiri. Aspek terpenting dari pertobatan dan iman kita adalah objeknya. Ketika kita menempatkan iman dan kepercayaan kita kepada Kristus, Alkitab berkata bahwa kita diselamatkan. "Setiap orang yang memanggil nama Tuhan akan diselamatkan ,"
Yoel 2:32  ...."Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas."


(juga  Kisah Para Rasul 2:21 ..."Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan."


Roma 10:13 ). ...."Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan."


Roma 5: 9"...."Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah."


1 Korintus 1:18....."Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah."