Renungan malam kristen sebelum tidur - Renungan Tentang Kemunafikan -->
Cari Berita

Advertisement

Renungan malam kristen sebelum tidur - Renungan Tentang Kemunafikan

baitsuci
Wednesday, October 13, 2021

Renungan malam kristen sebelum tidur - Renungan Tentang Kemunafikan

Baitsuci.com - Renungan kristen kali ini kita akan berbagi Tentang Kemunafikan, pastikan sebelum tidur saudara/i boleh terberkati dan menikmati renungan ini dan bagikan kemedia sosial kalian.


Ketika kita tidak membiarkan keyakinan kita menjadi fokus batiniah hati kita — menjadi hal-hal yang benar-benar kita yakini — “iman” kita sebenarnya hanyalah tindakan lahiriah. 


Kemudian kita cenderung membandingkan apa yang disebut iman kita dengan iman orang lain. Kita menjadi munafik dengan menjadikan orang lain sebagai standar moralitas dan kesucian.

Menjadikan orang lain sebagai standar membuat kita kecewa. Tidak ada yang sempurna - bukan orang Kristen, bukan siapa pun. Itu sebabnya kita semua membutuhkan penyelamat yang sempurna, Yesus Kristus. 


Dia satu-satunya manusia sempurna yang pernah hidup. Dan jika kita tahu Tuhan adalah standarnya, bukan rekan-rekan kita yang tidak sempurna, kita tidak akan terkejut atau kecewa ketika melihat orang lain tersandung.

Apa itu kemunafikan rohani?

Sebagai pembohong, mereka berbohong untuk menghindari hukuman baik untuk perilaku buruk atau teguran karena melakukan kejahatan dan sebagainya sementara orang munafik bersifat egosentris, sombong, manipulatif, menipu, drama menciptakan pembohong yang bersembunyi di balik sikap yang lebih suci darimu.


Renungan malam kristen sebelum tidur - Renungan Tentang Kemunafikan


Baca:  Markus 12:38-40

"Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,"  Markus 12:38


Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dikenal sebagai orang yang 'suci'.  


Sayang, mereka melakukan ibadah atau kegiatan rohani hanya sebatas aktivitas fisik saja dan itu pun disertai dengan motivasi yang tidak benar, seperti tertulis:  "Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang;  mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;  mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi."  (Matius 23:5-7).  


Tuhan Yesus berkata,  "...di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan."  (Matius 23:28).


Apa arti alkitabiah dari kemunafikan?

seseorang yang berpura-pura memiliki kebajikan, keyakinan moral atau agama, prinsip, dll., yang sebenarnya tidak dia miliki, terutama orang yang tindakannya mendustakan keyakinan yang dinyatakan.


'Hypocises' adalah asal kata dari 'munafik' yang artinya orang yang sedang bersandiwara atau, tindakan yang ia lakukan hanyalah sebuah kepura-puraan.  


Kemunafikan adalah sifat yang sangat dibenci Tuhan!  


Adakah orang Kristen yang hidup dalam kemunafikan?  Jawabannya:  banyak sekali!  


Saat berada di dalam ruangan ibadah atau gereja, atau saat sedang terlibat pelayanan, kita selalu terlihat begitu suci dan bersikap manis ala angels.  Yang kita perbincangkan hanyalah tema-tema Alkitabiah.  


Tetapi sepulang dari ibadah, sikap, ucapan dan tindakan kita berubah secara drastis. Di rumah para tuan mulai memperlakukan pembantunya semena-mena tanpa kasih;  para bos mulai menjalanan bisnis yang penuh dengan trik dan lain-lain.  


Sampai-sampai ada istilah 'Kristen tomat' (Minggu tobat, hari lain kumat/kambuh).


Orang dunia beranggapan bahwa kemunafikan adalah cara yang dibutuhkan agar kita dapat survive dalam pergaulan dan juga karier.  


Terhadap orang-orang yang munafik Tuhan Yesus memakai bahasa yang cukup keras:  celakalah kamu yang munafik!


Pada akhirnya, hati nurani kita berteriak pada kemunafikan orang lain, sebagaimana mestinya. Ada sesuatu dalam diri kita semua yang tahu benar dan salah, dan itu menyebabkan kita bangkit, sebagaimana mestinya.


1 Petrus 2:1 “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.”


Tetapi kita juga harus menyelidiki hati kita sendiri. Kemunafikan bisa datang mengetuk pintu mana pun. Sebagai pengikut Kristus, kita harus terus mendekat kepada Tuhan untuk menghindari hal-hal yang tidak sejalan dengan Roh-Nya. 


Integritas adalah salah satu alat paling ampuh yang kita miliki saat kita terlibat dalam dunia pengawasan.


Jadi, ya, memang pantas untuk menanggapi kemunafikan dengan kemarahan, tetapi kita juga harus menanggapinya dengan kerendahan hati.